Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya Resmi  Diluncurkan di Jakarta

0 0
Read Time:4 Minute, 29 Second

Dibuka untuk Umum: Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya terbuka untuk masyarakat umum,  khususnya pemasar, pengusaha, akademisi, dan profesional, dengan jam operasional:

📆 Weekdays: 10.00 – 18.00 WIB
📆 Weekend: 10.00 – 17.00 WIB
🎫 Tiket masuk: Rp 100.000 (weekdays) | Rp 200.000 (weekend)
Reservasi dapat dilakukan melalui situs resmi:

Jakarta, ibukotanews.com. Dunia pemasaran mencatat tonggak sejarah baru. Museum  pemasaran pertama di dunia yang mengusung nama Philip Kotler, tokoh legendaris dalam  dunia pemasaran modern, resmi hadir di Jakarta dengan nama Philip Kotler Museum of  Marketing with Hermawan Kartajaya. Peluncuran museum ini dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-94 Prof. Philip Kotler.  Sosok yang dikenal sebagai “Bapak Marketing Modern” ini meresmikan museum secara online dari Chicago, Amerika Serikat.

“Saya selalu memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia. Saya sudah beberapa kali  berkunjung dan setiap kali datang, saya selalu merasa terinspirasi. Indonesia telah menjadi  sumber ide-ide pemasaran yang segar. Indonesia menjadi sebuah contoh nyata dari semangat  ‘Asia to the World’ dalam dunia marketing,” ujar Philip Kotler, Bapak Marketing Modern Dunia  dalam sambutannya pada Selasa (27/5/2025).

Bersama Hermawan Kartajaya, Founder & Chair of MCorp, Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi RI turut meresmikan Philip Kotler Museum of  Marketing with Hermawan Kartajaya melalui sebuah video sambutan.

“Menjadi sebuah kehormatan besar bagi saya untuk turut meresmikan museum ini meski  secara online. Kita tahu Philip Kotler sebagai tokoh besar yang telah mentransformasi dunia  pemasaran dengan gagasannya yang visioner. Museum ini sekadar sebagai tempat untuk  mengenang sebuah pemikiran tetapi juga wahana pembelajaran yang hidup,” ujar Brian  Yuliarto.

Brian Yuliarto pun diwakilkan oleh Prof. Ir. Togar Mangihut Simatupang, M.Tech., Ph.D., nIPU, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti) untuk turut serta bersama tokoh nasional dan internasional yang hadir dalam  acara peresmian, di antaranya: Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri; Didiek  Hartantyo, Direktur Utama PT KAI; dan H.E. Jaroslav Doleček, Duta Besar Republik Ceko  untuk Indonesia, dan para undangan dari anggota Jakarta CMO Club.

“Museum ini berakar dari pendirian Museum Marketing 3.0 pada tahun 2011 yang terletak di  Museum Puri Lukisan, Ubud, Bali. Museum ini saya inisiasi dan diresmikan langsung oleh  Philip Kotler bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-80 bekerja sama dengan keluarga  Kerajaan Ubud,” ujar Hermawan Kartajaya, Founder & Chair MCorp saat acara peresmian di  MCorp Main Campus Jakarta.

Kini, dengan tampilan dan konsep baru yang lebih relevan, Philip Kotler Museum of Marketing  with Hermawan Kartajaya hadir di Jakarta untuk menjangkau lebih banyak pelaku bisnis,  pegiat pemasaran, hingga akademisi. Hermawan juga menjelaskan bahwa Museum ini terdiri dari enam bagian, dimulai dari area  penghormatan kepada keluarga Kerajaan Ubud, lalu masuk ke tiga area inti: Key Elements of  Marketing, Tech Marketing, dan Entrepreneurial Marketing, yang masing-masing  mencerminkan pilar dasar dari konsep museum ini.

“Sebagai studi kasus nyata, kami juga menampilkan transformasi digital dari PT Kereta Api  Indonesia serta inisiatif digitalisasi inovatif dari Bank Mandiri yang merepresentasikan  implementasi nyata marketing masa kini,” ungkap Hermawan.
Tiga Pilar Utama
Museum ini menyuguhkan pengalaman edukatif berbasis teknologi dengan visualisasi konsep- konsep pemasaran yang telah dikembangkan Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya.  Pengunjung akan diajak menjelajahi tiga area utama:
1. Key Element of Marketing
Menjelaskan konsep fundamental pemasaran seperti 5 Drivers, 4C Diamond  Analysis, dan 9 Core Elements of Marketing.
2. Tech Marketing
Menampilkan evolusi pemasaran dari Marketing 1.0 (Product-Centric) hingga
Marketing 6.0 (Immersive). Area ini diperkuat dengan video mapping dan gamifikasi  interaktif berbasis Augmented Reality (AR) untuk pengalaman yang imersif dan  menyenangkan buah kerja sama dengan Assemblr, startup teknologi asli Indonesia.
3. Entrepreneurial Marketing
Mengusung konsep OMNIHOUSE Model, yang memadukan elemen CI-EL (Creativity,  Innovation, Entrepreneurship, Leadership) dan PI-PM (Productivity, Improvement,  Professionalism, Management) sebagai pendekatan holistik dalam kewirausahaan.
Brand Stories: Mandiri dan KAI
Sebagai Founding Contributors, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Kereta Api Indonesia  (Persero) menampilkan perjalanan transformasi digital mereka dalam museum ini. Bank Mandiri menghadirkan empat pilar transformasi: People, Process, Technology, dan  ESG. Dimulai dari pembangunan budaya M-DNA di seluruh insan Mandirian, inovasi layanan  melalui Smart Branch, integrasi digital melalui Livin’, Livin’ Merchant, dan Kopra, hingga  komitmen pada praktik berkelanjutan yang menyentuh aspek sosial dan lingkungan. Semua  elemen ini divisualisasikan dengan pendekatan sinematik dan imajinatif.
“Peresmian museum ini merupakan momen penting bagi kami sebagai mitra yang ikut  berkontribusi. Kami percaya, museum ini bisa menjadi tempat belajar bersama, termasuk  dalam membagikan perjalanan transformasi yang telah dilakukan Bank Mandiri. Kami harap,  museum ini bisa ikut mendorong peningkatan kemampuan masyarakat Indonesia di bidang  pemasaran dan bisnis,” ujar Darmawan Junaidi, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero)  Tbk.

Sementara itu, KAI memperlihatkan evolusi layanan transportasi nasional dari masa pasca- kemerdekaan hingga era digital saat ini. Fase awal ditandai dengan operasional manual dan  infrastruktur dasar, yang kemudian bertransformasi menjadi sistem berbasis digital melalui  aplikasi KAI Access, e-ticketing, dan integrasi multi-layanan.

“Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari museum ini. Keterlibatan kami merupakan bentuk kontribusi nyata bahwa sektor transportasi juga bisa menjadi pelaku utama dalam  perubahan pola pemasaran modern. Harapannya, kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem pemasaran Indonesia,” ujar Didiek Hartantyo, Direktur Utama PT Kereta  Api Indonesia (Persero). Kini, KAI melangkah ke fase prediktif dan personal, menghadirkan face recognition check-in,  pelacakan real-time, sistem pembayaran lintas platform, hingga fitur carbon footprint tracker.  Kedua perusahaan ini menjadi bukti konkret bahwa transformasi digital di Indonesia bukan  sekadar wacana, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi dan pelayanan masa depan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %