Jakarta, ibukotanews.com. — Di bawah langit biru Kepulauan Seribu, tiga organisasi perempuan nasional menunjukkan bahwa kemerdekaan sejati dimulai dari kepedulian. Forhati Nasional, Yayasan Melati Pertiwi (YMP), dan Wanita Tani HKTI memusatkan aksi sosialnya di Pulau Tidung, menggabungkan layanan kesehatan gratis, pasar murah, dan dorongan pemberdayaan ekonomi, sebagai tanda kesiapan menyongsong Indonesia Emas.
Suasana Kepulauan Seribu, khususnya Pulau Tidung hari ini terasa berbeda (9/8). Tiga organisasi perempuan lintas bidang — Forhati Nasional, Yayasan Melati Pertiwi (YMP), dan Wanita Tani HKTI — bersinergi menggelar Bakti Sosial, Layanan Kesehatan Gratis, dan Pasar Sembako Murah. Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Jiwa Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat” sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat kepulauan.
Acara dibuka bersama oleh Cut Emma dari YMP, Nung Nurjannah dari Wanita Tani Indonesia, dan Sri Novakandi dari Forhati Nasional. Hadir pula Wa Ode Nurhayati, Presidium Forhati Nasional, yang menegaskan bahwa Forhati merupakan organisasi perempuan HMI di tingkat nasional yang ada di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, senantiasa menjadi pendamping setia KAHMI.
> “Dalam rangka menyambut HUT Indonesia ke-80, Forhati meneguhkan komitmennya pada umat dan bangsa dengan mengadakan bakti sosial, pengobatan gratis, dan sembako murah di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Ini adalah bentuk dukungan Forhati Nasional terhadap pemerataan pembangunan di pulau-pulau sepanjang NKRI. Forhati akan selalu berada di garda terdepan menyongsong Indonesia Emas,” ujar Wa Ode Nurhayati.
Kegiatan ini dihadiri oleh Presidium Forhati Nasional, Dewan Penasehat, serta pengurus Forhati dengan total kehadiran kurang lebih 50 orang. Kehadiran mereka disambut antusias warga Pulau Tidung yang mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa biaya dan akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta sosialisasi ketahanan pangan.
Sinergi Forhati, YMP, dan Wanita Tani HKTI ini menjadi bukti bahwa gerakan perempuan mampu menghadirkan perubahan positif, memperkuat solidaritas sosial, dan menggerakkan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan, pungkas Rustini Safitri ketua pelaksana kegiatan, mewakili aspirasi seluruh relawan, pengurus dan panitia pelaksana. (Foto: Alam, kontributor: AT. Ajeng)