Read Time:1 Minute, 39 Second
Makassar, ibukotanews.com. – Polemik terkait penggunaan logo dan merek dagang kembali menjadi perhatian publik, khususnya yang melibatkan usaha “Fenny 77 Fashion”. Menanggapi berbagai komentar yang beredar, klarifikasi resmi disampaikan oleh Fenny Mayasari selaku pemilik usaha. Ia menegaskan bahwa logo yang digunakan saat ini merupakan desain yang sudah dipakai sejak awal produksi dan pembukaan toko.
Dalam penjelasannya, Fenny mayasari mengungkapkan bahwa konsep logo tersebut terinspirasi dari brand milik adiknya sendiri, yakni Desy Mayasari. Inspirasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi identitas usaha yang berdiri secara mandiri. Ia juga menekankan bahwa penggunaan elemen tersebut bukanlah bentuk penjiplakan, melainkan bagian dari kreativitas yang lahir dari lingkup keluarga.
Fanny juga memaparkan latar belakang usahanya. Ia merupakan asli orang Sengkang, Bugis, namun telah menetap di Jakarta selama kurang lebih 20 tahun. Meski demikian, ia memilih membuka usaha di Makassar sebagai bentuk kontribusi di kampung halaman. Untuk operasional sehari-hari, toko tersebut dikelola oleh ponakannya yang dipercaya penuh dalam menjalankan usaha.
Terkait nama “Fenny 77 Fashion”, Fanny menjelaskan bahwa nama tersebut memiliki makna khusus. “Fenny” diambil dari namanya sendiri, sementara “Fashion” menggambarkan bidang usaha yang dijalani. Singkatan “FF” pun menjadi identitas brand. Adapun angka “77” ditambahkan sebagai simbol filosofi Bugis, dengan harapan usaha tersebut dapat terus maju dan “matuju-tuju” atau berkembang dengan baik.
Merek ini dari adik kakak Fenny Mayasari dan Desi Mayasari. Keduanya merupakan adik kandung dari Lukman Bacho Masse, Ketua umum LBMI (LASKAR BUGIS-MAKASSAR INDONESIA)
Walaupun Toko Dan Brand ini termasuk masih baru, tetapi nama brand dan logo sudah di sahKan di HKI sebelum opening. Sdapun uraian tanggal Pengajuan Merek pada Tanggal 28 ApriL 2025.
– Termasuk Dalam Kelas Barang/Jasa:25 kategori pakaian
– Dan Sudah SAH dan Lindungi Hukum dalam Jangka WAktu 10 Tahun.
– Terhitung Sejak tanggal Penerimaan
Di akhir klarifikasinya, fenny mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru dalam memberikan komentar tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya. Ia mengingatkan bahwa setiap ucapan memiliki konsekuensi, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Oleh karena itu, ia berharap publik dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.