Jakarta, ibukotanews.com. — Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kebangkitan koperasi dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui kolaborasi strategis lintas sektor. Dalam rapat perdana yang digelar di Talasi Locale, Menteng, Jakarta, Selasa (9/7), para pengurus departemen UMKM dan Koperasi KKSS merumuskan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat ekosistem usaha masyarakat Sulawesi Selatan di seluruh Indonesia.
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum, H.M. Amir Uskara, didampingi oleh Irwan Wijaya selaku Wakil Sekretaris Jenderal, Muh. Suaib sebagai Ketua Departemen Koperasi, dan Harun Sume selaku Ketua Departemen UMKM. Turut hadir sejumlah anggota yang terdiri dari tokoh diaspora Sulsel dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, kementerian, hingga pelaku usaha kreatif/fashion. Ibu rumah tangga sekaligus penggerak warga.
Silaturahmi dan Arah Kegiatan Dalam arahannya, Amir Uskara menekankan pentingnya silaturahmi dan kolaborasi antarpengurus agar manfaat program KKSS dapat dirasakan lebih luas. “Mari kita bicarakan bersama-sama apa yang akan kita lakukan. Setiap ketua departemen harus aktif melahirkan program nyata,” ujarnya.
Pemetaan Rencana Kerja
Beberapa rencana strategis yang disepakati antara lain:
1. Pembentukan Koperasi KKSS
Koperasi primer di setiap kabupaten/kota melalui BPD KKSS. Pusat koperasi di tingkat provinsi oleh BPW KKSS. Induk koperasi di tingkat nasional oleh BPP KKSS. Langkah ini bertujuan memperkuat kolaborasi dan dukungan lintas wilayah.
2. Warung Kuliner KKSS di Ibu Kota Provinsi
Menjadi percontohan kuliner khas Sulawesi Selatan yang dapat direplikasi ke daerah. Dilengkapi pelatihan untuk menjaga cita rasa autentik.
3. Pelatihan Produk Pertanian dan Perikanan
Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk agar memiliki daya saing nasional maupun global.
4. Transformasi Digital UMKM
Pelatihan e-commerce secara daring. Branding kampanye “Bangga dengan Produk UMKM Sulsel”. Business matching untuk mempertemukan pelaku usaha dan pembeli.
5. Akses Pembiayaan & Ekspor
Bank Exim siap memfasilitasi akses ekspor dan buyer internasional. Dukungan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan pengawasan Deputi Mikro. PNM mendukung pelatihan penguatan manajemen UMKM.
6. Reposisi Peran KKSS
KKSS sebagai inkubator dan fasilitator UMKM, bukan pelaku usaha. Penataan database UMKM melalui BPW KKSS (17 ribu data UMKM, 90% usaha mikro).
—
Tanggapan dan Pandangan Peserta
Peserta rapat menyoroti pentingnya:
Pendataan ulang UMKM dan koperasi yang ada.
Penambahan tenaga ahli koperasi dan penguatan SDM.
Evaluasi koperasi lama, mempertimbangkan bentuk koperasi baru (kolektif, spesifik, atau koperasi berbasis pengetahuan/kognitif).
Penyediaan dana bergulir dan konsep pujasera di kawasan wisata.
Landasan regulasi mengacu pada PP No. 7 Tahun 2001 tentang UMKM.
—
Kesimpulan Ketua
Pertemuan menghasilkan enam poin utama:
1. Mewariskan karya nyata untuk keberlangsungan KKSS dan kontribusi pada Indonesia.
2. Pentingnya database pelaku usaha sebagai basis pengembangan program.
3. Evaluasi koperasi lama dan penyesuaian dengan model baru.
4. Kontinuitas dan konsistensi dalam menjalankan program.
5. Pertemuan rutin sebulan sekali khusus bidang koperasi dan UMKM.
6. Induk koperasi akan menjadi bagian resmi dalam struktur KKSS.
—
Dengan langkah konkret ini, KKSS menegaskan komitmennya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat melalui koperasi dan UMKM sebagai pilar utama.