Sosialisasi Protokol Koordinasi Sub Klaster LDR: Langkah Nyata Menuju Respons Kemanusiaan yang Inklusif di Indonesia

0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second
Jakarta, ibukotanews.com. — Program SEHATI (Strengthening Inclusion in Humanitarian Action Through Cluster Mechanism / Penguatan Inklusi dalam Aksi Kemanusiaan melalui Mekanisme Klaster) menyelenggarakan Sosialisasi Protokol Koordinasi Sub Klaster Lansia, Disabilitas, dan Risiko Lainnya (LDR) pada 18 Juni 2026 di Swiss-Belresidences Kalibata, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat koordinasi dan inklusi terkhusus bagi kelompok berisiko dalam respons kemanusiaan di Indonesia. Pertemuan ini diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan peserta yang hadir langsung maupun daring.
Pertemuan yang berlangsung dua hari ini memiliki empat tujuan utama:
– Memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar anggota Sub Klaster LDR dalam mendukung aksi kemanusiaan yang inklusif.
– Meningkatkan pemahaman dan membangun komitmen bersama antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, organisasi penyandang disabilitas (OPDis), dan kelompok berisiko terkait protokol inklusi dalam penanggulangan bencana
– Membahas dan menyepakati Rencana Kerja Tahunan Sub Klaster LDR sebagai acuan pelaksanaan koordinasi dan respons kemanusiaan yang inklusif.
– Memperkuat peran dan keterlibatan OPDis dalam mekanisme koordinasi Sub Klaster LDR.
Rangkaian kegiatan dalam agenda ini berfokus pada dua agenda utama, yaitu sosialisasi Protokol Koordinasi, Sub Klaster LDR dan penyusunan rencana kerja Sub Klaster LDR. Sosialisasi protokol disampaikan oleh perwakilan dari PPDI dan HWDI.
Adapun peserta Sosialisasi Protokol Koordinasi Sub Klaster LDR ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, meliputi perwakilan pemerintah yakni Kementerian Sosial selaku koordinator Klaster Perlindungan dan Pengungsian serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lembaga kemanusiaan, serta organisasi penyandang disabilitas, yaitu Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Perkumpulan Jiwa Sehat (PJS), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), dan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni).
Sosialisasi protokol koordinasi ini menghasilkan rencana kerja yang dapat
disinergikan dengan isu inklusivitas dan penanggulangan bencana dari masing-masing lembaga peserta yang hadir. Para peserta berkomitmen untuk menyusun rencana kegiatan Sub Klaster LDR untuk satu tahun ke depan, yang mencakup tiga hal utama: pertama, sosialisasi Protokol Koordinasi Sub Klaster LDR yang telah difinalkan guna memperluas penyebaran informasi protokol kepada seluruh kalangan dan lembaga; kedua, peningkatan kapasitas terkait isu inklusivitas dan penanggulangan bencana seperti melalui sharing session bersama; serta ketiga, pelaksanaan koordinasi rutin dalam Sub Klaster LDR secara berkelanjutan.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %